Bordir, Epileptik, dan lain-lain
By kat • Mar 17th, 2008 • Category: Blog
Bordir - Embroideries
Marjane Satrapi (Gramedia)
Daripada komik, Bordir mungkin lebih tepat disebut jurnal grafis. Berbeda dengan Persepolis, format Bordir lebih mirip ke catatan bergambar tanpa panel. Sebenarnya saya sendiri ga terlalu gimana sama Persepolis — ceritanya sering berasa terlalu dangkal/superfisial (sudah saya review di multiply), tapi paling nggak artwork, panelling dan penceritaan Satrapi menarik di sana. Sementara di Bordir yang lebih menggunakan banyak teks dan grafis yang tidak terlalu menonjol, nilai atraktifnya jadi berkurang. Cerita-cerita yang dibahas terkesan rada dangkal dan repetitif (seperti sekedar gosip ibu-ibu arisan kalau ngga adegan Sex & the City dengan setting Tehran). Mungkin sayanya aja yang dismisif, tapi ya… sekali lagi, terasa sekali perbedaan kedalaman yang jauh jika dibandingkan dengan banyak film Iran terkenal yang membahas isu-isu feminis (contoh saja Offside, Ten, Nargess, atau The Circle).
Different Ugliness, Different Madness
Marc Malès (Gramedia)
Bercerita mengenai pengacara radio terkenal, Lloyd Goodman, yang mengasingkan diri karena merasa malu atas kontras reputasinya dengan penampilan sesungguhnya. Dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang juga mengasingkan diri. Menurut saya sih ceritanya rada jayus, tapi artworknya cukup menarik.
Epileptik 1 & 2
David Beauchard (Gramedia)
Dari ketiga bande desinee ini, Epileptik memang favorit saya. David yang aslinya bernama Pierre-Francois Beauchard menceritakan penyakit epilepsi yang diderita kakaknya, serta pengaruhnya terhadap keluarga dan dirinya. Diceritakan bagaimana keluarga Beauchard mencoba berbagai macam pengobatan, mengalami kekecewaan, frustasi dan bayang-bayang penyakit tersebut. Gambaran hitam putih David B. yang detail dan penuh teror mempunyai kesan hipnotis/hallucinatory yang kuat — perpaduan yang sangat cocok dengan ceritanya.
Sekedar nitpicking, saya agak heran kenapa semua novel grafis Gramedia di atas (selain Epileptik), juga The White Lama, ditulis dengan shorthand (yg, dng). Ya nggak pa-pa sih, meski untuk karya cetak resmi (dan kalau emang ga ada intensi eksperimental format) saya lebih suka ditulis seutuhnya. Semoga Gramedia makin sering nerbitin komik-komik Prancis kontemporer. (Rabbi’s Cat-nya dong… )
O iya, April ini KPG akan launching novel grafis A la recherche du temps perdu di CCF Salemba, dateng ya~
About kat: A member of the Comic Artists' Society of Surabaya, this latest addition to SBALS crews is in charge of running business and activities in Surabaya. When she's not buried under stacks of day-job paperwork, she works at C2O library & cinematheque and occasionally writes reviews/blurbs of books, comics and films.
Email this author | All posts by kat

















gosh…
berat membaca ulasanmu. tapi sangat menghibur dan membuka persepsi :).
*kepalaku hanya dipakai untuk hal terbatas*